Thursday, June 4, 2015

Dukungan Adek untuk Abank

Adek perempuan dan aku abankmu, umur kita hanya berjarak 2 tahun, namun jenjang sekolah kita selalu sama, bahkan jurusan kelaspun sama, ditambah dengan jarak jenjang kelas hanya beda setingkat. Dulu waktu SD, kita suka bermain bersama layaknya bocah, namun semenjak sekolah menengah, kita tak sering bertemu, namun ikatan adek dan abank tak akan terpisah sampai ujian ikatan dimulai ketika ku menginjak bangku kuliah, bukan negeri, hanya swasta.

Cobalah PTN kembali...

Abank gagal seleksi PTN, dimana universitas negeri menjadi idaman para calon mahasiswa untuk kuliah disana, yang mempunyai fasilitas pendidikan berkualitas, gerakan organisasi yang terbina, dan keaktifan mahasiswa yang tinggi. Ada keinginan diriku mencoba dengan ronin, namun ditolak oleh kedua orang tuaku karena sayang perkuliahanku sekarang, walaupun memang tidak sebagus negeri, namun Adekku tak menyerah. dia memberiku motivasi, memberikanku jadwal belajar dengan mengotak-atik smartphone limited edition punyaku agar memberi peringakatan untuk selalu belajar untuk PTN, dan memphotocopy catatan pelajarannya agar aku bisa belajar untuk PTN.

Abank tak peduli..

Abank sudah tak peduli, dengan PTN. Semangatku tak seperti dulu, Abank hanya ingin lulus, Abank sudah lelah dengan tes PTN, karena ujian mandiri juga sudah Abank lewati, walaupun hasilnya nihil. Seketika adek kecewa dengan sikapku, Adek sadar bahwa Abank sekolah dulu saja tak berprestasi, bahkan dicibir oleh guru-gurumu karena Abank lulus dengan tidak baik. YAH.. tapi bagaimana lagi.

Tetapi....

Selama Abank kuliah di swasta, abank tak benar-benar terpuruk. Banyak hal abank belajari, diantaranya menulis. Selama ini, perbuatanmu tidaklah percuma, kau banyak memberi pelajaran kepada ku arti semangat dan peduli. Maka sekarang, abank akan mencoba semangat menulis dan peduli dengan sekitar. Yang terpenting, walaupun jalan kita berbeda, tujuan kita sama.

Menuju Ridho Ilahi.

#SupportbyLittleGirl #NulisRandom2015 #Day4

Wednesday, June 3, 2015

Bertopeng Badut Demi Senyuman


Dalam ruang kelas, aku yang berkacamata begitu sangat mengamati sekitar ruang kelas. Aku iyalah pengamat, sekitarku tak akan jauh dari pengamatanku. kursi, meja, jendela, dan papan tulis kuamati, namun ada yang fokus utamaku, iyalah temanku. Mereka begitu asik bercengkrama, canda, diskusi, dan hubungan komunikasi lainnya, tapi sadar ada yang kurang.... Mata mereka tidak memperhatikanku, seakan aku bukan objek yang berguna, mungkin sikapku yang pendiam, atau terlalu memikirkan mereka tanpa memikirkan diriku sendiri, masa hanya cermin yang memandangku, itupun jika kupandang.

|hai......|

bisikan darimana itu, seakan aku tak sendiri.

|topeng badut|

topeng badut, tunggu. aku membawanya di tas. topeng itu lupa aku keluarkan setelah acara cosplay, tapi mau diapakan, dia hanya penutup wajah, justru topeng bukannya digunakan sebagai menutup identitas diri seseorang.

|gunakanlah|

topeng badut, digunakan untuk beberapa acara sirkus, untuk menghibur penonton... menghibur penonton berarti menjadi bintang. bintang pasti dapat sorakan pasti, tapi aku dapat apa? aku tak ada talenta hal seperti itu.

|senyum|

tanda seseorang senang, iyalah mereka senyum. sepertinya tidak sulit, mungkin harapanku tak banyak, hanya ingin mereka tersenyum. Aku berteriak

"Hai... Ladies and Gentlemen"
*teman sekitar menengok kepada diriku*

kacamataku lepas untuk memasang topeng badut.

"Saya......"

ini bukan topeng badut biasa, ini topeng payday, topeng aksi untuk perampokan, alah mereka bukan gamers sepertiku.

"Saya badut"
"Saya akan membawakan lelucon"

lelucon apa, aku tak pernah membuat lawakan, aku hanya pendiam.
oh ya lawakan ini

"bagaimana caranya memasukkan gajah ke kulkas?"
*teman-teman langsung tak memandang diriku*

ahh... lawakan basi, mereka pasti sudah tahu akhirnya, harus fresh. tapi aku bisa apa. sudah semua memori lawakan kucari, paling ujung-ujungnya basi. ah percuma, aku emank bukan objek yang penting, mending aku lari

lari.. lari... seakan lari dari kenyataan
tapi aku tak bisa melihat, aku tak menggukanan kacamata

BAKK

aku terpentok dinding kelas

"HAHAHAHAHAHA"
*tawa teman-teman melihatku
ah

|tapi mereka bahagia|

bahagia... bukannya itu tujuanku.

"HAHAHAHA"
akupun ikut tertawa.

#topengtersenyum #‎NulisRandom2015‬ #day3

Tuesday, June 2, 2015

Jati Diriku

pencarian yang paling tersembunyi, padahal iyalah yang paling dekat pada diriku. tanda tanya selalu menjadi persoalan selalu ingin dijawab, tapi selalu berasa tak puas dengan jawaban-jawaban diberikan, karena keinginan terus menjadi terbaik menjadi kebingungan terus-menerus. dengan melihat lingkungan, berbicara dengan teman, dan berpikir sejenak. siapakah diriku?
bingung, sadarlah!
jati diri bukanlah hanya dicari, tapi juga harus ditentukan dan tentukan arahnya kemana. sejatinya jati diri akan terus-menerus berubah, karena hati manusia paling labil, maka cobalah untuk nikmati proses, pelajari, dan upgrape tingkah.

jika musafir terus-menerus bertanya jalan untuk mencari harta karun, kapan sampai ketujuannya?

Monday, June 1, 2015

Tegar Beriman

Tegar Beriman, mengingat kembali pada diriku dengan motto Bogor. namun memoriku melintas mengingat apa saja dengan daerah Bogor. mengingatku dengan kenang-kenangan, berupa tentang menjadi seorang tegar yang terus beriman, kekuatan menjadi orang tegar beriman yang ku dapatkan dalam penjara suci, mungkin diriku merasa aneh kenapa kesucian dipenjarakan. mungkin pertanyaan dulu telah terungkap disekarang, sadar duniaku tak sama seperti dulu. karena dengan mempenjarakan kesucian, tak ada noda yang merusak kesucian tersebut...

namun, aku sudah keluar.... apakah aku masih bisa tegar untuk terus beriman.
tak ada lagi tembok suci, tak ada lagi sipir keadilan.

hiks... bersama berpadu dengan suara hujannya kota hujan.

Pikiranku terlalu melintas begitu dalam, sadar atas kerinduan menjadi seorang yang tegar beriman. Namun sipir keadilanku berkata "kalian keluar nanti akan menjadi pemimpin". Pesimis hilang, sadar bahwa kesucian yang dulu dijaga dalam penjara bukannya terus-menerus disembunyikan, namun harus disebarluaskan, karena pengharapan kita menjadi pemimpin dari sipir keadilan tentu bukan karena mereka kenal kita, namun nilai-nilai yang pernah mereka berikan kepada kita haruslah kita tegakkan tentunya menjadi pemimpin.

luruskan kembali niat, jalan dakwah ini masih panjang.

#tegarberiman #bogor #penjarasuci ‪#‎NulisRandom2015‬ #day1

Sunday, May 31, 2015

Cerita Puisi - The Shadow

Cerita Puisi - The Shadow
________________________________________________
Part 1 :
bayangan
terlihat bukan siapa-siapa
hanya sisi gelap di samping
sisi terang

namun, dia ada dimana-mana
depan matamu
bahkan dibelakangmu
disetiap kau menyinari dirimu
bayangan ada dibelakangmu

bayangan itu pelukis apa adanya
dia bisa membuat bayangan
sekitarmu, tubuhmu
bahkan raut wajahmu
walaupn bayangan
tak pernah benar-benar
ukuran dan bentuk asli dirimu
namun dia mengungkap
sisi lainmu

tapi tetap
bayangan adalah teman tidur terbaik
dari cahaya membuatmu lelah
gelisahmu terhapuskan
oleh gelapnya bayangan
yang membuatmu tak sadar diri

________________________________________________
Part 2 :
jika kalian melukis
pertama dengan arsiran dasar
kemudian dengan warna
kemudian warnanya digradasi
apakah lukisan itu benar-benar
telah selesai lukisannya?
kurang bayangan

arsiran dasar berupa dasar pola kehidupan
warna berupa sifat setiap manusia
gradasi warna berupa percampuran sifa-sifat
bayangan adalah warna
dengan sifat yang special
mereka tidak dominan
tapi berbaur dengan semua warna

________________________________________________
Part 3 :
photo dan lukisan
antara nyata dan maya
antara realiti dan ilusi
namun mereka tetaplah gambar

namun kekuatannya berbeda
photo dari cahaya
lukisan dari bayangan
karena photo sendiri
dari cahaya pemandangan
karena luksan sendiri
dari bayang-bayang pemikiran

photo yang baik
dari seimbangnya cahaya masuk
gambar yang baik
dari seimbangnya bayangan dibuat
tetap kembali lagi
mereka tetaplah gambar
dari dua sisi yang berbeda

Monday, April 27, 2015

Kepemimpinan


Kepemimpinan iyalah tokoh yang memberi pengaruh kepada anggotanya dengan proses mempengaruhi dalam mementukan tujuan organissi. Namun kepemimpinan setiap masing-masing tokoh punya gayanya masing-masing, itu dipengaruhi oleh kepribadian, lingkungan, dan wawasan tokoh yang ada.
Jenis kepemimpinan :
1.    Koersif           : disebut pula otoriter, kehendak pemimpinan  yang tidak ada orang yang membantahnya.
a.    Kelebihan, kelompok ini membutuhkan pengambilan keputusan yang cepat dan tepat, keputusan diterima dengan baik tanpa banyak perdebatan dari anggotanya.
b.    Kekurangan, anggota menjadi tidak kreatif dan cepat bosan karena perintah yang dikehendak bukan berdasarkan usulan mereka dan bukan sesuai keinginan mereka.
2.    Otoritatif         : kekuasaan dengan persetejuan dan kejelasan visi yang ia paparkan, pemimpin menjadi pergerak visi yang telah ditentukan.
a.    Kelebihan, anggota bisa berkerjasama dan mampu membuat perubahan-perubahan sesuai dengan kemajuan jaman.
b.    Kekurangan, keputusannya cenderung lambat, dan pemikirannnya tidak sampai kebawahannya karena gagasannya terlalu kedepan.
3.    Afiliatif                       : pemimpin yang memberikan jalan bagi anggotanya untuk bertindak, mengutamakan kebahagian anggotanya.
a.    Kelebihan, harmonisasi pemimpin dengan bawahannya akan terjaga karena keterbukaannya.
b.    Kekurangan, ketergantungan anggota kepada pemimpin, karena pemimpin selalu membantu dan mendepankan anggotanya.
4.    Demokatis     : mengedapankan pendapat dari anggota berdasarkan musyawarah dan mufakat tanpa mengutamakan kebagian anggotanya.
a.    Kelebihan, adanya keterbukaan anggota dan pemimpin yang menyebabkan masalah cepat terselesaikan
b.    Kekurangan, pemimpin yang tidak dapat mengambil keputusan dengan tepat dan terjadi kontra kepada anggotanya.
5.    Pacesetting   : pemimpin membutuhkan atau menuntut kesempurnaan dari anggotanya, yang membuat standar-standar.
a.    Kelebihan, membuat anggota menjaga organisasinya agar sempurna.
b.    Kekurangan, anggota yang lemah secara motivasi atau perkembangan dirinya akan cenderung malas dan berakhir dengan penggantian anggota.
6.    Coaching      : hamper sama dengan pacesetting namun memberi ketentuan yang berbeda-beda pada setiap orang.
a.    Kelebihan, memberikan porsi sesuai dengan kesanggupan anggota.

b.    Kekurangan, musti diplanning dengan waktu yang lama, harus mengetahui karakter anggotanya satu-satu.

Penutup
kadang dalam keadaan setiap kondisi, perubahan gaya kepemimpan harus diubah sesuai kondisi anggota yang ingin kita hadapi, lantas bukan berarti kita mengurangi kualitas kepemimpinan kepada anggota.

Harmoni Warna dalam Gunadarma



            Dengan latar lingkungan kampus yang begitu beragam, bagaimana tidak? Berpakaian saja bebas tidak seperti di sekolah dulu, maka lahirlah macam-macam model pakaian yang mahasiswa gunakan untuk perkuliahan, begitu pula dengan dandanannya, berbagai macam kosmetik dan gaya rambut itu semua baru dari segi gayanya, belum lagi  tentang kepriadiannya, gaya berbicaranya, agamanya, sukunya, dan bahkan politiknya. Latar kepribadian yang mereka bawa dari diri-sendiri, kedua orangtuanya, lingkungan rumahnya, dan teman lamanya-lah yang kemudian mereka tampilkan kepada teman kampusnya. Begitulah banyaknya aneka warna di Gunadarma.
            Kemudian, dunia kampus diindentik dengan kebebasan tidak seperti sekolah yang ketat peraturan dan ditambah dengan umurnya sudah lebih 18 tahun bertanda sudah bebas menentukan hidupnya sendiri . Gaya hidup mulai berubah dari sebelumnya dipengaruh juga dengan lingkungan baru dan teman baru, begitulah warna indentitasnya tercampuri. Kadang, tak semua mahasiswa begitu menerima keadaan di kampusnya, mulailah terjadi konfrik karena perbedaan  pandangan, dari hal simpel aja berupa “menyapa”, kadang ada sebagian orang menyapa dengan caranya sendiri. Maka kadang tersinggunglah lawan sapanya, karena tidak sesuai apa yang mereka inginkan. Belum lagi ketika saling berbicara, diskusi, janjian, dan hal lainnya, begitulah ketika warna satu tak cocok dengan warna lainnya.
Bagaimana menyikapi perbedaan tersebut, “Jika tak kenal, Maka tak sayang” begitulah istilah yang cocok untuk menyikapi perbedaan tersebut, juga dengan saling memahami satu diantara lainnya menghasilkan kepercayaan. Hal tersebut akan berhasil jika kontak sosial terus berjalan, maka lahirlah sikap saling mepercayai. Begitulah jika ingin mencocokkan warna, kenali dulu jenisnya. Kepribadian setiap manusia kadang menghasilkan kelebihan dan kekurangan masing-masing pada setiap dirinya, hal tersebut tidak cukup dengan memahaminya, juga harus bagaimana menyikapi setiap teman-teman? Hal ini perlu dalam kegiatan kerja kelompok, karena kadang kerja kelompok tidak maksimal jika memposisikan orang bukan kepada ahlinya. Begitulah jika setiap warna diletakkan di posisinya, melahirkan lukisan.

Setiap warna ada yang pekat ada yang pudar, semangkin pekat menandakan kekuatan mempengaruhi orang, ada yang ikutan-ikutan karena tak punya prinsip yang kuat. Maka janganlah jadi warna yang pudar,  karena warna pudar hanya menghasilkan jalan hidup yang ambigu, tak berarah yang menjadi manusia yang lemah. Jika mendalami surat Al-Hujarat [49:13] menjelaskan bahwa manusia diciptakaan berbeda-beda, agar saling mengenal satu sama lain dan jadilah manusia bertaqwa diantara lainnya. Hidup memang pernuh warna, maka kenalilah, posisikan dirimu dan menjadi jiwa yang berprinsip. Maka tak hanya menjadi lukisan saja, tetapi menjadi lukisan yang mempunyai harmoni warna yang indah.
.

*tulisan ini pernah dilombakan dalam kegiatan Lomba hari Jurnalistik yang diadakan oleh BEMFIKTI dalam kategori Artikel, dan alhamdulillah memperoleh juara pertama.